Prima Tani, Membangun Model Agribisnis Pedesaan

Search on this website:

Search on this website:

Sejak digulirkannya Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani) pada tahun 2005 di 22 kabupaten di Indonesia telah mendapatkan hasil dan respon yang cukup baik dari masyarakat petani maupun Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, Departemen Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian berupaya terus mengembangkan program ini sehingga pada tahun 2007 telah dilaksanakan di 201 desa diseluruh Indonesia.
Program yang digagas dilaksanakan selama kurun waktu 5 tahun secara bertahap bisa mewujudkan model Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP). Tim Evaluasi tingkat Pusat (Eselon 1 dan II) pada setiap akhir tahun anggaran masih memberikan harapan pencapaian keberhasilan yang didasarkan pada hasil penialaian kinerja pada instansi pelaksana program, khususnya tingkat/level eselon III (BPTP). Demikian pula ekspose keberhasilan program Prima Tani yang dilaksanakan di pusat maupun daerah (tingkat kabupaten dan provinsi) memberikan kesan mampu menggerakan perekonomian di pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sampai tahun 2008, Pemerintah melalui Departemen Pertanian terus memberikan dukungan dana milyaran rupiah (?) untuk mendukung operasional kegiatan primatani di tingkat eselon I, II, dan III.

Membangun model Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP) dalam pelaksaannya tidak semudah membangun sebuah gedung bertingkat yang besar dan kokoh. Mungkin bagi seorang penggagas atau konseptor Prima Tani (?), anggapan ini tidak mencerminkan sikap optimistis seorang peneliti/penyuluh/teknisi yang sudah mendapatkan dukungan dana, fasilitas, dan lain sebagainya. Faktanya di beberapa lokasi, selama kurun waktu 5 tahun belum mampu membangun sebuah unit Agribisnis Industrial Pedesaan, seperti apa yang dirancang sejak awal pelaksanaan kegiatan (apalagi yang baru berumur 2 tahun).
Anggaran pemerintah yang digelontorkan berapapun jumlahnya, yang dianggap cukup atau tidak cukup, pada akhir tahun anggaran tetap habis (eh …. masih tersisa sedikit karena tidak sempai digunakan, SPJ-nya susah !!!!!?????) . Hasil evaluasi internal dan laporan akhir tahun anggaran selalu menyajikan keberhasilan program dengan susunan kata/kalimat yang menarik, didukung data dan angka-angka yang sangaaaat meyakinkan. Namun, faktanya di lapangan ???, masih perlu diklarifikasi.

Awal tahun anggaran 2009, nampaknya telah mulai disadari (tahun-tahun sebelumnya disadari juga, tapi asal laporan fisik dan keuangan lancar dan bisa diterima secara akal-sehat) bahwa kegiatan Prima Tani di beberapa lokasi (sebagian kecil) dianggap tidak atau kurang memberikan dampak yang diharapkan bagi petani ataupun masayarakat pedesaan. Bangunan (unit angibisnis pedesaan) yang dirancangkan dengan dukungan dana dan sarana yang memadai, tidak kunjung selesai. Pimpinan Badan Litbang Pertanian telah mengambil tidakan yang sangat rasional dan ikut menyelamatkan uang rakyat (?), milyaran rupiah (KPK tidak perlu turun tangan !!!!!).

Kejujuran ……………., itulah mungkin kalimat yang perlu dipahami, dihayati, dipegang teguh, dilaksanakan, tidak sekedar kalimat yang hanya menjadi slogan untuk menyelamatkan gengsi pribadi, kelompok ataupun institusi. Fakta ada, hati nurani harus bicara sehingga angka dan data tidak menjadi tameng atau andalan untuk melanggengkan harapan atau keinginan yang berada jauh di awang-awang.

Namun semua ini, pada akhirnya akan sampai diujung batas, berhasil atau tidak, memberikan manfaat atau tidak, dan …………….. tidak berlu lagi nurani bicara.

Barangkali, krisis ekonomi yang melanda negeri kita saat ini turut menyusutkan dampak Prima Tani bagi petani dan masyarakat pedesaan. Jadiiiiii ……sebaiknya ??????, dan apa komentar anda ?????

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s