BUDIDAYA JAMUR TIRAM DAN PELUANG PASAR

Search on this website:

Search on this website:

I. PENDAHULUAN

Jamur merupakan tanaman yang berinti, berspora, tidak berklorofil berupa sel atau benang-benang bercabang. Karena tidak berklorofil, kehidupan jamur mengambil makanan yang sudah dibuat oleh organisme lain yang telah mati. Jamur tiram bila kita budidayakan akan mendapat manfaat berganda. Selain rasanya lezat mengandung gizi yang cukup besar manfaatnya bagi kesehatan manusia sehingga jamur tiram dapat dianjurkan sebagai bahan makanan bergizi tinggi dalam menu sehari- hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pakar jamur di Departemen Sains Kementrian Industri Thailand bebarapa zat yang terkandung dalam jamur tiram atau Oyster mushroom adalah protein 5,94 %; karbohidrat 50,59 %; serat 1,56 %; lemak 0,17 % dan abu 1,14 %. Selain kandungan ini, Setiap 100 gr jamur tiram segar ternyata juga mengandung 45,65 kalori; 8,9 mg kalsium: 1,9 mg besi; 17,0 mg fosfor. 0,15 mg Vitamin B1; 0,75 mg vitamin B2 dan 12,40 ing vitamin C. Dari hasil penelitian kedokteran secara klinis, para ilmuwan mengemukakan bahwa kandungan senyawa kimia khas jamur tiram berkhasiat mengobati berbagai penyakit manusia seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio dan influenza serta kekurangan gizi. Secara social budaya, jamur tiram, merupakan bahan pangan bergizi, berkhasiat obat yang lebih murah dibandingkon obat modern. Secare ekonomis merupakan komoditas yang tinggi harganya dan dapat meningkatkan pendapatan petani serta dapat dijadikan makanan olahan untuk konsumsi dalam upaya peningkatan gizi masyarakat

II. SYARAT TUMBUH

Tempat tumbuh Jamur tiram termasuk dalam jenis jamur kayu yang dapat tumbuh baik pada kayu lapuk dan mengambil bahan organic yang ada didalamnya. Untuk membudidayakan jamur jenis ini dapat menggunakan kayu atau serbuk gergaji sebagai media tanamnya. Serbuk kayu yang baik untuk dibuat sebagai bahan media tanam adalah dari jenis kayu yang keras sebab kayu yang keras banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak disamping itu kayu yang keras membuat media tanaman tidak cepat habis. Kayu atau serbuk kayu yang berasal dari kayu berdaun lebar komposisi bahan kimianya lebih baik dibandingkan dengan kayu berdaun sempit atau berdaun jarum dan yang tidak mengandung getah, sebab getah pada tanaman dapat menjadi zat ekstraktif yang menghambat pertumbuhan misellium. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan serbuk kayu sebagai bahan baku media tanam adalah dalam hal kebersihan dan kekeringan, selain itu serbuk kayu yang digunakan ticlak busuk dan tidak ditumbuhi jarnur jenis lain.

Untuk meningkatkan produksi jamur tiram, maka dalam campuran bahan media tumbuh selain serbuk gergaji sebagai bahan utama, perlu bahan tambahan berupa bekatul dan tepung jagung. Dalam hal ini harus dipilih bekatul dan tepung jagung yang mutunya baik, masih baru sebab jika sudah lama disimpan kemungkinan telah menggumpal atau telah mengalami fermentasi serta tidak tercampur dengan bahan-bahan lain yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur. Kegunaan penambahan bekatul dan tepung jagung merupakan sumber karbohidrat, lemak dan protein. Disamping itu perlu ditambahkan bahan-bahan lain seperti kapur (Calsium carbonat) sebagai sumber mineral dan pengatur pH meter.

Media yang terbuat dari campuran bahan-bahan tersebut perlu diatur kadar airnya. Kadar air diatur 60 – 65 % dengan menambah air bersih agar misellia jamur dapat tumbuh dan menyerap makanan dari media tanam dengan baik Penambahan air yang tidak bersih dapat menyebabkan media terkontaminasi dengan mikroorganisme.

Tingkat keasamon ( pH)

Tingkat keasaman media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat. bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 – 7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat).

Suhu udara

Pada budidaya jamur tiran suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 – 28 oC dengan kelembabon 60 – 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16 – 22 oC.

Cahaya

Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam, keadaan gelap/tanpa sinar, Sebaiknya selama masa pertumbuhan misellium ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buch tidak dapat tumbuh, oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran ? 60 – 70 %

III. TAHAPAN DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

1. Persiapan Media Tanam

Sebelum dilakukan penanaman (inokulasi) bibit kedalam media tanam, perlu dilakukan persiapan-persiapan antara lain:

Menyiapkan bahan dan alat yang digunakan. Mencampur serbuk kayu dengan bahan-bahan lain seperti bekatul, tepung jagung dan kapur sampai merata ( homogen ) kemudian diayak. Menambah air hingga kandungan air dalam media menjadi 60?-65 % lalu tentukan pH-nya dengan kertas lakmus.

Memasukkan media tanam kedalam kantung plastik polypropilene dan memadatkannya lalu bagian atas kantung plastik diberi cincin paralon kemudian dilubangi 1/3 bagian dengan kayu dan ditutup dengan kertas lilin serta diikat dengan karet pentil.

Melakukan sterilisasi pada suhu 95 OC selama 7 – 8 jam. Mendinginkan media tanam selama 8 – 12 jam dalam ruangan inokulasi

2. Penanaman ( Inokulasi)

Inokulasi dilakukan setelah media tanam dingin dengan suhu antara 22 – 28 OC.

Menyiapkon alat dan bahan yang diperlukan dalam proses penanaman ( inokulasi ).

Sterilisasi semua alat dan bahan yang akan digunakan. Membuka penutup/ kertas lilin dan memasukkan bibit dari dalam botol kedalam media tanam dengan menggunakan stik inokulasi. Menutup kembali penutup/kertas lilin dan mengikat dengan karet pentil.

Memindahkan media tanam yang telah ditanami bibit tersebut kedalam ruangan inkubasi sampai tumbuh misellium jamur, Lamanya penumbuhan misellium jamur antara 45 – 60 hari. Setelah misellium memenuhi kantong plastik dipindahkan ke ruang produksi dengan membuka tutup kontong plastik dan menyemprot air secara teratur.

Satu (1 botol) bibit stater F2 jamur tiram,bisa dikembangkan menjadi 50 botol bibit F3, dan 50 botol bibit F3 dikembangkan menjadi 2000 baglog siap semai.

Budidaya jamur tiram dapat digunakan substrat selain kayu misalnnya serbuk gergaji, ampas tebu atau sekam. Hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jamur tiram adalah faktor ketinggian dan persnyarataan lingkungan, sumber bahan baku untuk substrat tanam dan sumber bibit. Jamur ini hidup baik pada kisaran suhu tingga sekitar 25-30 °C.

• Penyiapan bangunan.

Bentuk dan ukuran bangunan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk kebutuhan sekitar 500 – 1.000 buah log diperlukan bangunan dengan ukuran 6mx 4m x 4m. Bahan yang diperlukan berupa tiang, kaso dan sebagainya terbuat dari bambu atau kayu yang telah diawetkan.

• Pemeliharaan

Substart tanam harus memperhatikan faktor lingkungan. Selama pertumbuhan bibit (serat/miselia seperti benang kapas), temperatur diatur antara 28-30oC. Sementara untuk pertumbuhan tubuh buah jamur sampai panen, temperatur diatur antara 26-28oC. Selama pertumbuhan bibit dan pertumbuhan tubuh buah, kelembaban udara diatur sekitar 90% karena kalau kurnag maka substrat tanam akan mengering. Agar kelembababan terjamin, lantai ruangan sebaiknya disiram air bersih pada pagi dan sore hari.

Kehadiran jamur asing yang merugikan ditandai dengan tumbuhnya serat/miselia jamur berwarna, misalnya hitam, biru coklat kuning. Bila hal ini terjadi., segera jamur dipisahkan ke luar ruangan dan cepat dibakar. Pertumbuhan tubuh buah awal umumnya ditandai dengan adanya bintik-0bintik serat berwarna putih yang main lama makin membesar dan setelah selang beberapa hari akan tumbuh jamur kecil. Bila kondisi sudah seperti ini, tutup kapad san leher pralon segera dipisahkan dari substrat tanam. Apabila substrat tanam dusah menghasilkan jamur sangat sedikit atau kecil-kecil, segera diganti secara keseluruhan dengan yang baru. Selang waktu antara penanaman pertama ke penanaman berikutnya misalnya 2–3 minggu digunakan untuk membersihkan ruangan, rak dan peralatan lainnya. Budi daya jamur tiram dapat dilakukan dalam bentuk gantung. Caranya substrat tanam diberi kayu atau bambu dibagian tenganhanya. kemudian digantungkan di tempat teduh.

Manfaat & Kandungan Jamur Tiram

Jamur ini terkenal dengan rasa lezat dan aromanya tajam seperti merica. kandungan gizinya tinggi: protein sekitar 10 – 30%, vitamin C36 –58 mg/100 gram (kondisi kering, vitamin B2 4.7 – 4.9 mg/100g. Menu masakan seperti nasi goreng jamur dan panggang jamur sering menggunakan bahan jamur tiram. Jamur tiram selain dapat disayur, juga dapat diolah menjadi makanan lain misalnya kerupuk, keripik atau dengan nama lain tiram crip atau tiram chips. Jamur tiram juga populer sebagai masakah sup dan pepes.

Kandungan nutrisi jamur tiram tersusun atas kadar air 92,2%, lemak 1,1, Karbohidrat total 59,2, serat 12, abu 9,1 dan nilai energi 261.

Masa Panen Jamur Tiram

Jamur dipanen, bekas batang jamur dibersihkan dari substrat tanam karena kalu batang ini masih tersisi akan membusuk dan merugikan. Lembar kantong plastik diturunkan ke bawah agar jamur tumbuh lagi. Tergantung pada kandungan substrat tanam, bibit jamur, serta lingkungan selama pemeliharaa, pemanenan jamur dapat dilakukan antara 4 – 8 kali dan jumlah jamur yang dipanen permusim dapat mencapai 600 g, sedangkan berat substrat tanam adalah 1 kg. Dengan nilai REB (Rasio efisinensi biologi adalah 60. Semakin tinggi nilai REB, semakin baik budi daya jamur tersebut.

Aspek Pemasaran Jamur Tiram

Seringkali dipasarkan dalam bentuk awetan dalam kaleng. Jamur tiram belum ada yang diekspor utuh secara segar tetapi umumnya dalam bentuk olahan seperti chips atau crispy. Dipasar setempat, jamur tiram umum dijual tidak dalam bentuk kemasan, melainkan dalam takaran 100 g atau 1 kg. Jamur tiram yang telah berlendir dibagian luar tudungnya sebaiknya tidak dikonsumsi karena kemungkinan besar sudah mulai membusuk oleh bakteri pembusuk. Pangsa pasar untuk produk budi daya jamur tiram terbuka lebar, di samping kebutuhan konsumen setempat setiap hari.

Hasil Panen Jamur Total

Berdasarkan beberapa literatur dan pengalaman yang ada pada budidaya jamur tiram di Malaysia dan Thailand, hasil maksimal jamur tiram putih berkisar antara 25% hingga 35% dari berat media baglog. Baglog hasil produksi Agronusa Mushroom memiliki berat rata-rata 1350 gram. Jadi hasil minimal jamur tiram putih dari media tersebut adalah 337,5 gram, sedangkan maksimalnya adalah 472,5 gram. Berdasarkan pengalaman kami selama ini, hasil panen jamur tiram putih total selama 4 bulan masa produksi adalah berkisar antara antara 350 – 380 gram.

Beberapa hal yang mempengaruhi hasil panen jamur tiram putih antara lain adalah :

1. Pengaruh dari media baglog itu sendiri :

– Kualitas dan kuantitas bibit (stern bibit)

– Kualitas nutrisi pada media (bekatul, kapur, gypsum)

– Jenis kayu yang menjadi media serbuk gergaji.

– Sterilisasi media

– Kepadatan media

– Kadar air dan berat media

2. Pengaruh lingkungan dan perawatan :

– Kondisi suhu dan kelembaban pada mushroom house. Suhu optimal 28 oC,

kelembaban 85%.

– Sirkulasi udara / oksigen pada mushroom house harus baik.

– Kondisi cahaya dalam mushroom house tidak boleh terlalu banyak.

– Jarak antara rak tidak boleh terlalu dekat, jarak terbaik adalah 1m

Pasokan Masih Dinanti

Dalam 10 tahun terakhir nilai ekonomis jamur tiram terus meningkat. Jamur jenis ini sudah lebih dikenal dan memasyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya. Permintaan akan produk ini senantiasa meningkat juga disebabkan karena kebutuhan pasar akan produk kian meluas, tak hanya dalam bentuk segar, tetapi juga olahan.

Pasar jamur tiram putih sangat potensial. Dengan rasanya yang enak, selain untuk konsumsi dalam negeri, produk ini juga menembus pasar ekspor. Kebutuhan jamur tiram dalam bentuk kering maupun yang telah dikalengkan untuk beberapa negara seperti Singapura, Taiwan, Jepang, Hongkong cukup tinggi. Jangankan memenuhi pasokan tersebut, kebutuhan jamur dalam negeri saja, petani sulit memenuhi permintaannya.

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) adalah jamur yang hidup di kayu dan mudah dibudidayakan menggunakan substrat serbuk kayu dan diinkubasikan dalam kumbung. Jamur tiram dapat ditumbuhkembangkan pada media serbuk yang dikemas dalam kantong plastik.

Disebut jamur tiram putih karena memang berwarna putih, dengan tangkai bercabang dan tudungnya bulat berukuran 3-15 cm. Jamur tiram biasa hidup pada daerah bersuhu 10-32 derajat celcius. Harga jamur tiram putih di pasaran bervariasi sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per log. Ada juga yang menjual Rp 10.000 per kg untuk partai, atau harga eceran hingga Rp 12.000 per kg.

In House atau Sewa?

Sebagai modal awal untuk usaha jamur tiram setidaknya diperlukan biaya lahan, biaya membangun kumbung, ongkos pembuatan media dan juga tungku sterilisasi. Sebagai gambaran, biaya pembuatan kumbung berkonstruksi bambu bisa mencapai Rp100.000 per m2 .Jika menyimpan 5.000 baglog dibutuhkan kumbung 35m2, maka total biaya pembuatan kumbung sekitar Rp3,5 juta. Biaya tersebut juga ditambah dengan biaya pembuatan rak yang mencapai sekitar 30.000 per m2. Bagi yang ingin mengurangi risiko di bagian biaya modal ini, bisa memilih jalan menyewa kumbung. Dengan jalan ini biaya modal awal bisa diperhemat.

Pertumbuhan dan produksi jamur sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sehingga ketekunan pebisnis dalam merawat dan memelihara sangat menentukan keberhasilan. Untuk memperkaya pengetahuan pada produk ini, pebisnis harus rajin mengikuti pelatihan terkait produk akan sangat membantu. Berbagai informasi inovasi terbaru juga bisa didapat melalui kegiatan ini. Inovasi yang bisa mempermudah proses produksi bisa didapat. Misalnya, belum lama ini ditemukan inovasi baru untuk melipatgandakan produksi, yaitu sistem gantung dan penambahan eceng gondok sebagai media. Inovasi ini bisa memotong waktu panen hingga setengah dari biasanya. Permasalahan yang sering timbul dari usaha ini biasanya adalah ketidakmampuan petani pebisnis memenuhi permintaan pasokan. Untuk mengatasi ini pebisnis bisa menjalin mitra dengan usaha sejenis lainnya. (SH)

Sterilisasi bahan baku

Budidaya jamur tiram memang cukup mengggiurkan, proses produksinya mudah. Usaha ini memanfaatkan bahan baku limbah pertanian berupa serbuk gergaji dan ampas tebu yang harganya murah. Prospek pasar yang terbuka luas baik dalam maupun luar negeri. Masyarakat di negara seperti Amerika, Eropa, dan Jepang konsumsi berbagai produk jamur-nya relative tinggi. Wajar, pembudidayaan jamur tiram secara komersial saat ini cenderung meningkat.

Proses budidaya jamur tiram pada umumnya meliputi beberapa tahapan yaitu persiapan, pengayakan, perendaman, pengukusan, pencmpuran, pengomposan, pembuatan media dan pengisian log, sterilisasi, pendinginan, inokulasi (pemberian bibit), inkubasi (spawning), penumbuhan (growing) dan pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan praktisi jamur, tahapan sterilisasi, tahapan pertumbuhan dan pemeliharaan merupakan critical point dalam proses budidaya jamur. Artinya jika kedua tahapan tersebut dilalui dengan baik maka usaha jamur tiram akan relatif menguntungkan.

Sterilisasi bertujuan menekan pertumbuhan mikroba seperti bakteri, kapang dan khamir dapat menghambat pertumbuhan jamur. Perlakuan ini dilakukan dengan berbagai cara dan kombinasi. Petani jamur umumnya menggunakan alat sterilisasi yakni drum atau mesin penghasil uap (outoclave).

Keduanya memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Drum modifikasi lebih murah dan aman dalam pengoperasian. Namun daya tampungnya sedikit dan waktu sterilisasinya lama. Drum modifikasi ini bekerja dalam waktu 80-90 derajat celsius selama 10 jam. Suhu capaian yang kurang optimum tersebut masih memungkinkan kontaminasi mikroba. Biaya pembuatan drum modifikasi sebesar Rp 300 ribu.

Islamiarani (Mahasiswi Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian IPB), Azmi Asyidda Mushoffa ( Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian IPB) dan Yudhi Sylvester Palinggi (Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB) mengembangkan inovasi alat baru yang memadukan dua kelebihan alat tersebut. Alat tersebut kami namai SterilBak. Keuntungan SterilBak ialah biaya investasi lebih murah, sebesar Rp 7 juta. Judul : Disain Alat Sterilisasi (SterilBak) dan Tempat Pertumbuhan Jamur (JamurBox) yang efesien untuk usaha Budidaya Jamur Tiram).

SterilBak mampu menampung 1000 baglog (tempat pertumbuhan jamur) atau drum sebanyak 10 unit. SterilBak tersusun dari tembok semen dengan ukuran 2 x 2 x 1 meter,tutup ruangan berbahan fiber, rak dari kayu, perangkat pressure gaurge, regulator uap air, boiler dan pipa besi . Tembok SterilBak dihubungkan dengan boiler yang akan menyalurkan uap panas.

Selain SterilBak, adalah teknologi Jamurbox yang menggantikan fungsi baglog. Keuntungan JamurBox ialah waktu panen jamur tiram yang lebih cepat, ramah lingkungan, aman dari kontaminan, dan dapat menghemat media jamur tiram. JamurBox terbuat dari plastik poliprofilen. Berbentuk persegi panjang yang disekat menjadi enam kotak kecil dengan ketinggian masing-masing media tanam sama. Ke-enam JamurBox tersebut ditutup dengan poliprofilen juga. Ditegah tutup tersebut dibaut lubang sebagai tempat penyuntikan benih jamur. Banyaknya media tanam seluruh kotak kecil pada JamurBox sama dengan jumlah media pada satu baglog. Setiap kali pemanenan jamur tiram pada baglog, media dibuang bagian atasnya kemudian di suntik lagi dengan bibit jamur. Demikian seterusnya, sehingga produktivitas masing-masing bagian di baglog tadi memungkinkan. Berbeda dengan plastik baglog setelah beberapa kali panen (1-6 kali), akan dibuang dan menjadi tumpukan limbah. Hal ini akan merusak keseimbangan lingkungan.

Secara teknis penggunaan JamurBox dengan plastik lebih baik karena tahan lama dalam pemakaiannya (diatas 3 tahun) bisa dipakai berulangkali selama tiga tahun. Berdasarkan analisis parsial perubahan penggunaan teknologi dari plastik menjadi JamurBox, maka keuntungan tambahan yang akan diperoleh petani jamur tiram sebesar Rp 14.383.300 atau peningkatan keuntungan 369,66 persen dengan kapasitas industri yang sama.

 

83 Comments

    • Kepada th.
      Pak Ujang
      di Tempat

      Maaf pak Ujang pertanyaannya bru sya blas, walaupun kmrin kt sdh kntk via telp. Klu bagllog yg sdh siap pnen umurnya sktar 40 hr sjk dibibitkan/diinokulasi harganya lbh mhl, sekitar Rp 5.000,-. Biasanya yg ditawarkan bagllog ptih atu pertumbuhan jamurnya bru menutup sebagian media dn memerlukan waktu 15-20 hr lgi tuk pertumbuhan tubuh buahnya, harganya sekitar Rp 3.500,- per bagllog (blm ditambah ongkos angkut). Klu pak Ujang mau memesan sy bsa menyediakannya. Klu bagllog ksong blm diisi bibit harganya Rp 1.600,- yg br diisi bibit sekitar Rp 2.000,-. Tmpt pembuat media jmr tiram (bagllog) banyak di daerah Cisarua (Cimahi) dn di jl Cagak, Subang tapi kt hrs hati2 karena pengalaman sy tak semua pembuat bagllog menghasilkan media yg baik atau bisa menumbuhkan jamur smpi pnen.
      Sy jga sedang mencari mitra tuk usaha budidaya jamur, klu kebetulan pak Ujang ke Lembang, Bdg silahkan mampir ke alamat : BPTP Jl. Kayuambon No. 80 Lembang, Bandung. Kta bsa diskusikan lbh lanjut. Trim’s

      Wassalam

      Alan

    • Mas Eko, untuk memperoleh hasil yang tinggi atau agar produktivitasnya tinggi harus diperhatikan beberapa hal, antara laini : 1) kesesuaian iklim (jamur tiram cocoknya di dataran tinggi/pada suhu rendah/sejuk), 2) pemilihan bahan baku media dan nutrisi campurannya (yang baik serbuk gergaji kayu albasia yang masih baru/belum lapuk), 3) bibit yang digunakan (untuk produksi maksimal menggunakan turunan F3, lebih dari itu produksinya akan menurun), 4) jenis/varietasnya (yang bagus Canada atau Florida), 5) pemeliharaan setelah produksi/panen (baglog harus dibersihkan dari sisa sisa panen atau jamur yang kering/mati. Masih banyak lagi kiat-kiat untuk meningkatkan produksi dalam budidaya jamur tiram. Lebih lengkapnya akan saya sampaikan pada artikel berikutnya. Terima kasih atas responnya.

  1. maaf pak, saya mau nanya. kalo misalkan saya punya uang 5juta terus saya investasikan untuk budidaya jamur dengan bapak. pendapatan bersih nya tiap panen per 4 blan yang saya dapat berapa ya pak ?? terus modal awal hangus gk, kalo suatu saat saya mau berhenti menjadi investor. soalnya saya belum bisa untuk menanam sendiri dan sambil belajar juga sama bapak. terima kasi, saya tunggu jawabannya.

    • Mas Anggi (Bu Anggi ?), maaf baru saya balas. Kalau hitungan secara kasar dan pada kondisi produksi serta harga yang relatif normal maka dengan modal Rp 5 juta diprediksi mendapat keuntungan kotor total (selama 4 bulan) minimal sebesar Rp 3,4 jt. (tanpa perhitungan biaya/ongkos pembuatan kumbung/rumah jamurnya). Perhitungannya sbb : dana Rp 5 jt untuk membeli baglog isi @ Rp 1.800,- (harga saat ini) = 2.800 baglog, produksi per baglog selama 4 bulan minimal 0,5 kg, total produksi jamur = 1.400 kg x @ Rp 6.000,- = Rp 8,4 jt (minimal karena harga bisa mencapai Rp 8.000/kg; produksi bisa 0,75 kg/baglog selama 3-4 bln). Tetapi ada risiko lain yaitu kerusakan jamur akibat serangan hama atau kerusakan fisik, tetapi berdasarkan pengalaman tidak sampai puso kalau dilakukan pemeliharaan yang baik selama proses produksinya. Saran saya, kalau Mas/Bu (?) ada waktu/ kebetulan ke Lembang, Bandung mampir saja ke alamat saya : d/a BPTP Jawa Barat. Jl. Kayuambon no. 80 Lembang, supaya bisa berdiskusi lebih panjang lebar. Seandainyapun berminat untuk mengembangkan sendiri usaha budidaya jamur tiram saya bisa bantu memberikan saran/masukan selama diperlukan asalkan tempatnya masih bisa dijangkau dari tempat saya. Terima kasih atas commentnya.

      Wassalam
      Alan

  2. mas alan yang terhormat, saya sangat berminat dengan usaha jamur tiram ataupun jamur crispy ini, mungkin mas alan bisa membantu saya dengan memberikan pandangan mulai dari penanganan awal sampai pada penjualan, pemasarannya/marketnya.. saya tinggal di turangga barat. saya sendiri saat ini masih dinas di institusi militer. saya sangat berharap mas alan bisa membantu saya. terima kasih atas perhatiannya.

    • Pro : Bp Ifan Herdiono
      di Tempat

      Dengan senang hati tentu saya bisa membantu apabila bapak berminat untuk memulai usaha budidaya jamur tiram, baik dalam aspek produksi maupun pasca panen. Untuk pemasaran jamur tiram segar saat ini saya belum punya mitra yang khusus, tetapi untuk produksi jamur di daerah Lembang pemasarannya tidak menjadi masalah sudah banyak penampung/pengumpul yang bisa membeli dengan kisaran harga antara Rp 5.500 – 7.000,- per kg (tergantung harga dipasaran saat itu). Langkah awal untuk menumbuhkan minat dan memperluas wawasan, saya sarankan Bapak bisa berkunjung ke Lembang, alamat saya : d/a BPTP Jawa Barat, Jl. Kayuambon no. 80 Lembang-Bandung, nanti saya ajak bapak melihat-lihat usaha budidaya jamur yang sudang mapan dan berdiskusi dengan pelakunya. Mengenai keripik jamur, baru saya produksi berdasarkan pesanan, belum komersial, sampai sekarang saya masih mencari mitra yang bisa memasarkan keripik jamur. Barangkali suatu saat bapak bisa promosikan dilingkungan tempat tinggal bapak ataupun di tempat kerja. Mari kita menjalin hubungan silaturahim sambil menggali potensi dan peluang-peluang yang bisa diambil manfaatnya. Terima kasih atas kunjungannya ke situs Gedogan’s.

      Wassalam
      Alan RS

  3. Selamat siang pak,
    Perkenalkan nama saya Handy Wijaya ingin menawarkan kumbung (over kontrak s/d maret 2011) untuk budidaya jamur tiram.
    Lokasi di cisarua lembang. Kapasitas kumbung = 8.000 media. Barangkali ada rekan” yang berminat utk menyewa kumbung untuk memulai bisnis jamur. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    • Pro : Sdr. Handy Wijaya

      Kalau ada yang berminat nanti saya tawarkan, tapi saya ingin tahu juga alasannya kenapa mau berhenti budidayanya, apa kendalanya ?
      Kita ingin saring pengalaman. Saya juga sering berkunjung ke petani jamur di Cisarua. Kapan-kapan kita janjian ketemu di sana. Terima kasih

  4. Kendala utama masalah keuangan yang kurang memadai. sehingga saya kekurangan dana pada
    waktu umur media harus diganti (3-4 bln).
    Maklum ada keperluan yang sangat mendesak sehingga saya memutuskan untuk mengontrakkan kumbung tsb. Mudah-mudahan saja ada yang berminat meneruskan. Atas bantuan dan perhatian bapak saya ucapkan terima kasih.

  5. Halo,

    Saya ingin mencoba menbudidayakan jamur tiram, tetapi saya masih pemula dan belum mengerti tata caranya.

    Menurut saran beberapa orang teman, untuk pemula lebih baik tidak membudidayakan dari awal, tetapi lebih baik menyewa kumbung yang sudah siap tumbuh.

    Bila itu benar, dimana di daerah Bandung saya bisa menyewa kumbung untuk membudidayakan jamur tiram?

    Dan apa alamat email bapak bila saya ingin surat-menyurat

    Terima Kasih
    Irfan

    • Pro : Sdr. Irfantea

      Benar kata teman anda itu, untuk usaha budidaya jamur tidak perlu selalu harus mulai dari awal, anda bisa sewa kumbung dan mengisinya dengan baglog yang sudah berisi bibit. Harga sewa kumbung saat ini sekitar Rp 3 juta yang berisi 10.000 baglog, Harga baglog isi bibit antara Rp 1.200 – 1.700 per balog. Jadi anda harus punya modal awal sekitar Rp 20 juta, untuk produksi selanjutnya tinggal membeli baglog isi bibit sekurang-kurangnya 3 bulan sekali seharga Rp 12 – 17 juta. Sdr. Handy Wijaya menawarkan over kontrak kumbung di daerah Cisarua (belakang SMA intenasional) s/d bulan Maret 2011, silahkan hubungi ke alamat email : handy.wijaya8@gmail.com. Kalau mau sewa dari awal juga tersedia kumbung yang masih kosong, bisa saya bantu ketemu pemiliknya di Cisarua. Pemasaran jamur masih terbuka lebar jadi jangan khawatir produksinya tidak terjual, walaupun harga di tingkat pengumpul bisa turun naik antara Rp 5.000 – 6.500 per kg. Alamat email saya : arjuna25@rocketmail.com. Terima kasih atas kunjungannya di situs gedogan.

      Wasalam
      Alan

  6. Halo,

    Terima kasih atas responnya, bila saya ingin menelepon bapak apakah menggunakan nomor GSM yang di atas?

    Untuk penyewaan kumbung, disewakannya seperti apa? per minggu? per bulan? per tahun?

    Bila ingin bertemu bapak, dimana ya di Bandungnya?

    Terima Kasih
    Irfan

  7. Salam,
    Saya bermaksud order baglog tiram putih isi, saat ini berapa harga per lognya? jika saya order 1000 log & ingin saya terima d tempat saya (kab Majalengka, kec Rajagaluh) berapa biaya pengirimannya (jika d hitung kepada harga log jatuhnya jd brapa per lognya)? berapa lama jarak order ke pengiriman barang? terimakasih atas responnya.

    • Mas Dendi

      Kalau sampai di kec. Rajagaluh saja diperkirakan harganya per baglog isi sekitar Rp 2.100,- kalau sampai ke desanya mungkin ada tambahan ongkos lagi tergantung dari jaraknya. Lamanya waktu dari pemesanan sampai pengiriman antara 1 – 2 mingguan, tergantung dari kesediaan bahan baku media dan bibitnya.

  8. assalamualaikum….
    sy berminat u bisnis jamur ini..cm sy msh bingung u memulainya..soalnya sy tinggal dijakarta yg pasti tdk ada lahan dan cuaca panas..kira2 gmn solusinya ya pak..apa bs berkembang bagus di tempat yg panas spt jakarta..apa sy inves uang aja ketmpt bpk..he..he..terimakasih atas konsulnya..
    wassalamualaikum.

    adi

  9. Salam hormat,
    Saya berminat untuk budidaya/tanam jamur tiram, namun saya terkendala soal pemesanan baglog nya. lokasi saya di Jambi. Apa ada info atau saran dari Bapak?

    Untuk kubung apa bisa dindingnya dibuat dari daun rumbia (yg suka dipakai untuk atap, untuk mghemat biaya)?

    Untuk membuat media sendiri masih ragu soal sterilisasi baglog nya, takut gagal. apa ada alat lain selai drum? untuk beli autoclave kan mahaal..

    Sekian trims.

    • Pro : Hera di Jambi

      Kalau pesan baglog dari Bandung gak akan efisien, lebih baik coba bikin aja sedikit2 dulu, dikukus pake drum yang dimodif karena itu alat yang paling murah, supaya hasilnya bagus lamain aja ngukusnya sampai 8 jaman pasti steril, kan disana masih banyak kayu bakar, ngukus ketupat lebaran aja sampai 6 jam dan hasilnya bisa tahan lama. Kalau bikin alat juga bisa dari plat besi, yang isi 500 log paling mahal 5 jutaan. Kalau ada alamat emailnya saya kirimkan gambarnya biar bisa dicontek.

      Kumbung pake dinding dan atap rumbia malah bagus, makin adem di dalamnya. Kalau dinding gak pake juga bisa kalau kira2 bakalan tidak akan ada gangguan mah, biarkan aja terbuka, cuman kan di Jambi masih banyak babi hutan, khawatir jamurnya malam2 diserbu, bisa ancur tuh sama baglognya. Kalu mau usaha jangan ragu2 niatin aja, kalau gagal mah biasa malah kalau langsung berhasil gak punya pengalaman yang berharga. Sekian dulu infonya, lain waktu bisa disambung lagi.

      Wasalam

  10. Salam kenal. Saya berniat mulai budidaya jamur tiram dg membuat baglog sendiri, saya jg sudah dapat pangsa pasarnya. Tapi masalahnya saat mau sterilisasi baglog menggunakan drum kapasitasnya sedikit, jadinya memakan biaya besar. Saya pernah dengar ada sterilisasi baglog menggunakan bak semen yg diberi boiler, kira2 bentuknya bagaimana ya pak? Mhn sarannya. azisagri@gmail.com

    • Pro :
      Azis
      di Tempat

      Sterilisasi pake drum harus lebih lama waktunya, bisa sampai 8 jam, kalau sebentar mah gak akan steril. Kalau bak beton bentuknya segi empat, prinsip kerjanya mengalirkan uap panas ke ruangan bak beton yang berisi baglog, uap panas dari steam (air dalam wadah yang dipanaskan) dialirkan melalui pipa penghubung, tapi kalau mau steril yah memerlukan waktu lama juga. Ada alat yang terbuat dari plat besi, dibentuk segi empat dengan pintu dibuat disamping, dibagian bawahnya tetap dibuat penampung air, ukuran 1,5 x 2 m bisa menampung baglog sampai 500 san, kalau bikin ke tukang las paling habis 3-4 jutaan lah, mungkin di tempat anda bisa lebih murah, coba aja tanya2.
      Saran saya untuk tahap awal, kalau di tempat anda sudah ada yang budidaya jamur mendingan beli baglog yang sudah diisi bibit tinggal naroh di kumbung, tunggu 35-40 hari sudah bisa panen.

      Sekian dulu balasan dari saya

      Wasalam

  11. Gn pak,klo kumbung berdinding rumbia bpk blg kan bgs.klo atap dr genting d bandingin atap dr alang2 bgs mana pak.trus ini insya allah saya ingin merintis usaha ini kecil2an dl.nah yg saya khawatirkan untuk pemasarannya.apakah d daerah sidoarjo ada pengepul jamur spy memudahkan km menyalurkan jmr ini krn yg saya tau masa hdp jmr segar ini cuma 4hr.
    Trmksh

    • Pro Meli
      di Tempat

      Kan pada prinsipnya suhu ruangan di dalam kumbung tidak boleh terlalu tinggi (harus dibawah 25 derajat cel) atau harus adem, kalau panas medianya dan bakal jamurnya juga jadi kering, makanya kalau musim kemarau atau udaranya panas atau suhunya lagi tinggi dianjurkan agar atap kumbungnya disiram air (semacam hujan buatan)bukan media/jamurnya yang disiram kecuali jamur kuping boleh disiram jamurnya sekalian. Saya pikir atap ilalang atau rumbia akan membuat di dalam ruangan lebih adem dibanding pake genteng apalagi pake asbes bikin tambah panas, itu tidak disukai oleh jamur tiram (kalau lagi tengah hari istirahat di gubuk tengah sawah yang atapnya terbuat dari ilalang kan adem yah, bisa ketiduran tuh, coba aja kalau gak percaya).
      Kalau pemasaran di Sidoarjo yah harus dicari sendiri, disurvey dulu lah, kalau memungkinkan jamurnya dibuat keripik aja dipasarkan ke toko2 makanan ringan (dititipkan dulu, yang laku dibayar, gitu caranya) atau dijual langsung ke konsumen, nanti juga kalau orang/teman2 sudah tau pada pesen juga. pokonya kalau mau usaha yang penting niatkan dan laksanakan, kalau gagal coba lagi. Pengusaha juga gedean juga tidak langsung jadi besar tapi dari usaha kecil2an dulu. Gitu loh.
      Sekian saja dulu info dari saya

      Wasalam

  12. map pak sebelumnya…

    saya mau tanya tentang macam2 ukuran baglog yang digunakan untuk jamur tiram..

    supaya saya nantinya punya refrensi untuk bahan praktik penelitian untuk jamur..
    mohon segera dibalas ya pak…

    • Pro :
      Liney
      di Tempat

      Ukuran plastik yang biasa dipakai 20 x 35 cm untuk berat media sekitar 1,4/1,5 kg, dan 22 x 35 cm untuk berat media kira-kira 1,7/1,8 kg. Kalau tuk penelitian dicoba saja dengan beberapa ukuran dan berat media sebagai perlakuan. Dari berbagai ukuran dan berat tersebut nantinya bisa diamati juga lamanya masa panen dan produksi totalnya.

    • Pro : Enchon
      di Tempat

      Kalau kondisinya seperti itu, ada beberapa hal sebagai penyebabnya, a.l. :
      1. yang pasti terjadi kontaminasi/tumbuhnya jamur jenis lain karena kurang steril pada waktu pengisian bibit jamur, dan pada waktu masak/ngukus bahan media/baglog kurang lama sehingga benih/bibit jamur lain masih hidup/blm mati;
      2. bahan media jamur yang digunakan (serbuk gergaji) tidak bersih dari serpihan-serpihan kayu dan bahan lainnya, mis. tali plastik, dll.
      3. ada hama, biasanya kumbang kecil (sekitar 2 mm) warna hitam yang bersarang dalam media/baglog sesaat setelah disimpan dalam kumbung.
      4. bibitnya kurang steril atau masih tercampur dengan jamur lain, seperti kapang yang kalau sudah tumbuh dalam baglog biasanya berwarna hijau atau hitam.
      Saran saya, baglog yang sudah rusak at. hitam coba dibuka saja cari ada apa didalamnya, mungkin salah satu keterangan diatas bisa membuktikan pertanyaan anda itu. Kira2 itu yang bisa saya jawab.

      Wassalam

    • Pro Mas Kholil

      Maaf mas, saya bukan pelit tapi harus minta ijin dari penemunya/pemegang paten alat tersebut. Karena yang minta bukan hanya mas Kholil ada yang lainnya juga. Saya sudah hubungi Bu Islamiarani (penemu) dan Pa Yeka (dosen IPB/Pembimbingnya), tapi mereka tidak memberikan ijin, alasannya alat tersebut masih dalam tahap pengujian dan hasilnya belum maksimal mereka khawatir mengecewakan penggunanya nanti.

      Wssalam

      Alan RS

  13. Hallo…..saya erwin dan saya sangat tertarik dengan usaha jamur tiram, saya berencana untuk bekerja sama dengan rekan saya dengan menanam modal.

    Rencananya yang akan saya investasikan sebesar 30jt dengan pembagian 40:60 sehingga yg akan saya peroleh sekitar 10% perbulan dari nilai yg saya investasikan dan nilai investasinya sendiri tidak akan menyusut.

    Yg akan saya tanyakan, apa benar kondisi tersebut bisa tercapai, mohon bantuannya dalam hitung2an yg riil dan juga kemungkinan terburuk apa(hama) yg bisa menyebabkan kegagalan panen / merugi.

    Atas arahan dan penjelasannya saya ucapkan banyak-banyak terima kasih…….

    • Pro Mas Erwin

      Kalau hitungan diatas kertas, dengan modal sekitar 22 juta diperkirakan dapat keuntungan sebesar 4.5 juta selama satu musim (5 bulan). Kerugian bisa saja terjadi apabila ada serangan hama (kumbang kecil) yang menyerang media dan jamurnya. Produksi jamur rendah kalau kualitas media dan bibitnya juga rendah (misalnya menggunakan F3). Iklim juga sangat berpengaruh, khususnya pada musim kemarau otomatis hasilnya akan menurun, kecuali kalau diberi perlakuan dengan pengabutan atau penyiraman atap dengan air/dibasahi/hujan buatan agar suhu dalam kumbung tidak melebihi 26 derajat. Kalau suhu tinggi media menjadi kering karena terjadi penguapan yang tinggi. Kemudian harga di tingkat pengumpul bisa anjlog sampai 5.000 rp per kg. Dan banyak lagi hal-hal yang bisa terjadi dalam usaha ini. Tapi anda jangan mundur dulu sebelum mencoba dan mengalami kegagalan, karena kegagalan adalah pengalaman yang sangat berharga.

      Wassalam

      Alan RS

  14. salam kenal pak..tertarik jg dg jamur,,cm kl u budidaya sendiri keliatanya ga memungkinkan.krn sy dijkrta..yg mau sy tanyakan..misalkan sy nyewa kumbung..trs srh org u mengelola kr2 bs jln ngga ya,,soalnya kt kan ga tau org yg ngrwt gmn..bs dipercaya ngga,,trs kt berarti hrs ngursusin orgnya dl..

    kl misalkan inves aja..kt nyerahin uang sekian juta..pdhl kt blm kenal sblmnya..kr2 gmn pendapat bpk yg mgkn sdh pengalaman dg sistem inves.,sy bc di ineternet.ada sistem inves dibogor..minimal 20jt..

    kl daerah lembang inves minimal brap jt..?
    terimakasih atas jawabanya…

    • Sdr. Fachry
      di Jakarta

      Sebelum anda invetasi sebaiknya anda pelajari dulu walaupun hanya selintas saja, artinya anda harus menyempatkan berkunjung ke Lembang tuk mencari tau lebih banyak mengenai usaha budidaya jamur tiram, agar bisa menganalisis kira2 bagaimana peluang2nya serta mengetahui resiko2 yang mungkin akan terjadi dalam kegiatan usaha ini. Saya bisa mengantar anda ke salah satu tempat pembudidayaan jamur yang ada di sekitar Lembang, Parongpong maupun Cisarua tuk berdiskusi dengan petani jamur yang sudah mapan sehingga anda akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Perkara tindak lanjutnya setelah anda berminat, saya bisa menjembatani tuk pengelolaan usaha ini, tentu dengan kesepakatan yang kita setujui bersama, hal itu bisa didiskusikan setelah anda mempunyai gambaran dan termotivasi serta memberikan keyakinan untuk investasi pada usaha ini. Kalau kebetulan anda ke Bandung, silahkan anda mampir ke kantor saya asalkan kontak/sms dulu karena sewaktu waktu saya pergi ke luar kota. Untuk pemeliharaan dan produksi jamur dari 10.000 baglog, biaya yang dibutuhkan sekitar 22 jt per musim (5-6 bulan).

      Wassalam
      Alan RS

  15. pak, kalo ada yg mau nyari jamur segar dan baglog siap tanan didaerah jogja dan mglang bisa dtang di tempat pak santosa blio membuat baglog, saya sudah mencoba kualitasnya cukup bagus, per baglog rp.1500, dijamin tumbuh.

    blio berlokasi di jln tempel – turi sleman 085292986203

  16. Assalamualaikum
    Pak Alan,
    Saya Edu, domisili bandung,
    saya tertarik dengan budidaya jamur tiram,
    Apakah bapak punya nomer telpon atau kontak Pak Mamat Rahmat, alamatnya di Jln. Kol. Masturi 319 Cisarua, Lembang ?
    Saya ingin kontak beliau, kebetulan sekarang saya sedang di luar kota, mau kontak via telpon dulu untuk menanyakan sewa kumbung & invest di beliau

  17. Bapak saya baru saja membaca blog bapak ini saya tertarik untuk mau usaha jamur tiram tapi kendala saya tidak punya lahan saya sudah mencari-cari belum dapat lahan atau kubung yg disewakan, saya mau menanyakan kepada bapak adakah info mengenai kubung yang disewakan di daerah bogor/bandung, atau kalau mungkin ada cara bentuk kerjasama yang bisa saya ikuti agar saya ada penghasilan tambahan selain bekerja. Tolong dapat diberikan informasi selengkapnya melalui email saya, karena saya ingin serius terjun ke dunia jamur tiram. Kalau saya mau berkunjung ke tempat bapak tolong bisa diberikan arahan jalan-jalannya terima kasih sebelumnya.

  18. Saya yang kemarin ketemu bapak di Tegal, bibit udah di coba, tapi baru masa inkubasi.
    Tapi saya masih penasaran untuk bisa membudidayakan jamur tiram di daerah tegal dataran rendah. Masalahnya saya tidak punya modal untuk menyewa lahan di dataran tinggi. Mohon kiat2 yang harus saya lakukan untuk mempertahankan suhu dan kelembaban di kumbung saya..

    • Pro Tamam
      di Tegal

      Untuk sementara lihat saja komentar-komentar balasan saya dari pertanyaan yang hampir sama. Kalau secara teoritis memang sulit untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, mungkin bibitnya diambil dari induk jamur tiram yang sudah beradaftasi di daerah panas. Menurut informasi di beberapa daerah dataran rendah seperti Lampung sudah berhasil membudidayakan jamur tiram. Pak Untung akan coba bibit yang dari Lembang tuk dicoba di Tegal, barangkali bisa beradaftasi di daerah panas.

  19. ” Jamur Kayu Mas”
    Salam Sukses Petani Jamur
    Kami Siap Melayani Pelatihan membuat bibit sampai bisa :
    Mulai dari F0 (Kultur Murni) sampai media Baglog siap panen.
    dan Bagi temen – temen sejagat raya yg membutuhkan
    Bibit yg berkwalitas & (Kwaliti Control):
    F0 – F1 – F2 dan ……
    F3 Kwalitas Super = Rp. 4000/botol (Min Order 100 Botol)
    Media Baglog Siap Panen Rp. 1600 Ukuran Plastik 18×36
    (Nutrisi 20%. Pertumbuhan Missilium 30%-50%). Baglog kami Garansi penuh 100%.
    Hub. 085-655-723-086
    Bpk. Andry – TulungAgung – Jatim

  20. saya afif dari sumatera selatan…
    Saya baru beberapa bulan ini budidaya jamur tiram dengan suhu kumbung kalau panas 31o C tapi alhamdulillah jamurnya bisa tumbuh dan sudah panen beberapa minggu ini….
    Sya mau tanyakan apa akibatnya kalau suhu kumbung sampai segitu????dan juga saya pernha baca2 kalau untuk mempertahankn baglog biar bisa panen sampai 6 bulan, bisa disuntikkan vitamin B atau Perasan air tebuh atau kelapa muda???apa itu benar pak????kalau benar, berapa ml yang harus disuntikkan???
    Terima kasih…

    • Pada suhu tinggi bisa produksi tapi tidak optimal dan harus sering diembun, suhu kumbung harus diturnkan sampe dibawah 26 derajat kalo terlalu tinggi medianya akan kering dan masa produksinya menjadi lebih singkat…..Penambahan pupuk setelah penanaman bibit atau setelah jamur tumbuh akan memicu pertumbuhan kapang atau jamur hitam…maka sebaiknya unsur hara dicampur sebelum media disterilkan…

  21. maaf mas numpang nanya saya baru belajar budidaya jamur .saya beli bibit disemai dikubung tgl 10 s/d sekarang jamurnya belum tumbuh,baglognya retak retak suhu dikubung 29s/d30 kelembaban 70s/d 90 apa masalah dgn baglog dan kubung saya tks

  22. mas alan klo saya nyoba invest 5jt buat budidaya jamur ini, apa tinggal tau beres (tinggal terima duit gtu) atau ada hal lainnya lagi? trus ada ga yang nyewa kubung buat usaha kecil-kecilan dulu,,,saya mau nyoba merintis tolong dibantu

  23. Selamat siang pak,
    perkenalkan saya Ivan, mahasiswa yang saat ini sedang mencoba untuk berwirausaha. Saya berencana untuk membuat baglog, kira-kira Bapak ada rekan-rekan yang bisa saya ajak untuk bekerjasama dalam usaha ini ngga pak?
    Terimakasih

    • Salam kenal kembali….ngomong2 anda tinggal di mana sekarang ? klo untuk teman bisnis sy tdk bisa ngasih saran..khwatir mengecewakan …klo untuk konsultasi bisnis jamur tiram anda bisa kunjungi tempat2/lokasi sentra usaha jamur seperti di Cisarua at di bogor juga ada yang mengembangkan..anda bisa diskusi dan mencari tahu lebih dalam tentang usaha jamur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s