Benarkah Sehat itu Murah ?????

Ungkapan ini memang mudah diucapkan, tetapi belum tentu dimengerti atau dipahami oleh semua orang. Apa maksud dari kalimat itu ?. Agar tidak menjadi slogan semata atau hanya omong kosong dan tidak ada manfaatnya. K ita perlu mengerti dan memahami arti dari kalimat singkat itu.

Dalam kehidupan kita di dunia ini selalu terjadi interaksi antar elemen ataupun individu yang berupa benda mati maupun mahluk hidup sehingga saling pengaruh dan mempengaruhi. Kita sebagai manusia memiliki jasad dan ruh atau jiwa yang dapat/mudah dipengaruhi oleh elemen/unsur yang ada di alam jagat raya ini, baik oleh benda mati maupun benda yang hidup.

Pengaruh yang ditimbulkan terhadap setiap individu tentu akan berbeda-beda tergantung kepada jenis benda yang mempengaruhinya, dan tingkat kepekaan individu masing-masing. Contoh yang sederhana bisa ditunjukkan oleh tumbuhan yang umum dikenal dengan nama “Putri Malu”, jika disentuh sedikit saja maka akan langsung bereaksi atau memberikan respon gerakan tertentu.

Pada tanaman, hewan dan manusia efek interaksi dari unsur, elemen atau sesuatu apapun yang ada di atas muka bumi ini akan direspon dalam bentuk reaksi-rekasi yang sederhana sampai pada tingkat yang sangat ekstrim. Reaksi yang ekstrim terhadap stimulus/rangsangan bagi seseorang atau individu tertentu yang berdampak negatif akan menimbulkan masalah.

Manusia sejak di dalam rahim ibu, lahirkan sampai dewasa memiliki jasad/fisik dan ruh/jiwa, keduanya bersatu membentuk individu yang memiliki karakter tertentu, bisa peka, sangat peka atau kebal tehadap berbagai stimulus dari luar. Bagi individu yang memiliki karakter yang peka terhadap berbagai rangsangan dari luar akan mempengaruhi jiwa atau emosi kita dan berdampak langsung atau tidak terhadap fisiknya. Nah gejala yang muncul secara fisik bisa berupa rasa sakit pada organ tertentu dari individu seseorang atau terhadap ruh atau jiwa bisa berupa kelainan perilaku yang tidak/kurang normal.

Kita kembali kepada judul artikel ini, Sehat itu Murah. Efek dari berbagai rangsangan eksternal dapat menimbulkan masalah yang berkelanjutan apabila tidak dihadapi dan dikelola dengan baik, artinya bisa menyebabkan suatu penyakit yang sangat fatal. Jangan lupa, makanan merupakan salah satu unsur dari luar/eksternal yang dapat mempengaruhi organ tubuh/fisik dan jiwa kita.

Tindakan yang sangat sederhana, untuk mengindari efek dari makanan yang menimbulkan efek negatif, maka kita perlu mengurangi jumlah atau jenis-jenis yang dimakan, bahkan kalau perlu tidak memakannya sama sekali.

Penyakit asam urat misalnya, timbulnya dipicu oleh beberapa jenis makanan, tanaman dan minuman. Untuk menghindari penyakit ini, silahkan ikuti saran seperti berikut :

Makan yang perlu dihindari : Bir, Anggur, Tuak, wiski, Tape, Udang, Remis, Tiram, Kepiting, Sarden, Kornet Sapi, Jeroan Hati, Ginjal, Jantung, Otak, Paru, Limpa, Usus, Durian, Alpukat, Kelapa Muda, Buncis, bayam, kangkung, daun singkong, daun jambu mede, asparagus, , nanas
Dikurangi : Ikan, Daging Kambing, Ayam, Sapi, Tempe, Emping, Kacang, Oncom, Brokoli, Bayam, Kangkung, Kol, Tauge,susu kedelai.
Tanaman yang memiliki efek pengobatan : Daun Salam, Labu Siam, Kentang Mentah, Apel Malang, Sirsak

Penyakit asam urat merupakan bagian dari penyakit rheumatik. Meningkatnya asam urat bisa terjadi karena pembentukan tofi asam urat atau gout (Arthritis pirai) dan rheumatik. Penyakitnya berbeda namun keluhan yang dirasakan sering kali sama dan bagian tubuh yang diserang juga sama.

Tidak semua bahan pangan yang mengandung purin meningkatkan asam urat. Sebagai contoh kopi, teh, dan coklat mengandung komponen purin berupa kafein, theopyline, dan theobromin yang kemudian dimetabolisme menjadi metil urat yang tidak membentuk tofi atau tidak meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Jadi kopi, teh dan coklat aman untuk penderita asam urat.

Penyakit jantung dan darah tinggi (hypertensi) timbulnya bisa dipicu oleh beberapa jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk penyakit yang tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda yang jelas sebelum adanya perubahan pada pembuluh darah di jantung, otak atau ginjal. Oleh karena itu banyak orang yang tidak menyadari kalau menderita hipertensi, mereka baru mengetahuinya ketika dokter mengukur tekanan darahnya saat cek kesehatan atau keluhan penyakit lain. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila nilai tekanan darah sistoliknya di atas 140 mm Hg dan diastoliknya di atas 90 mm Hg. Penyakit ini menyerang satu dari sepuluh orang dewasa dalam hidupnya.
Secara ekstrim tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam dari arteri yang kecil, kemungkinan dapat menyebabkan pembekuan darah. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan serangan jantung (jika terjadi pada jantung), kebutaan (jika terjadi pada retina mata), gagal ginjal (jika pembekuan darah terjadi di ginjal), dan stroke (jika pembekuan darah terjadi di otak). Stroke juga dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi sehingga mengakibatkan pendarahan di otak.

Beberapa faktor risiko yang dapat memperberat hipertensi, antara lain : stres, obesitas/kegemukan, makanan yang banyak mengandung garam, kolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, daging kambing, buah durian, rokok, kopi, riwayat keluarga/genetik dan usia. Selain usia dan faktor genetik, faktor lainnya dapat dikendalikan atau dihindari dengan pengontrolan pola hidup sehat, seperti : diet rendah garam dan rendah lemak, berhenti merokok dan minum alcohol,
menghindari stres dan berolahraga sesuai kebutuhan, dan menurunkan berat badan bagi yang kegemukan Konsumsi makanan yang mengandung mineral kalium dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi antara lain seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh, belimbing manis, semangka, wortel, pisang, apel, dan kiwi.
Kolesterol, merupakan salah satu senyawa lemak yang diperlukan oleh tubuh kita, tetapi dapat menimbulkan masalah apabila keberadaannya melewati batas takaran kebutuhan. Setiap jumlah lemak dan karbohidrat yang tidak langsung digunakan akan disimpan di dalam jaringan di luar hati seperti pembuluh darah, otot, dan jaringan lemak di bawah kulit dalam bentuk trigliserida. Jadi trigliserida merupakan lemak utama di dalam tubuh yang sangat erat kaitannya dengan kolesterol, di mana keduanya mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses metabolisme.

Kolesterol yang berlebihan dan menempel pada permukaan sebelah dalam dinding pembuluh darah semakin lama akan mengeras dan membentuk plak, lambat laun akan menyumbat pembuluh darah jantung sehingga penyebabkan penyakit jantung koroner. Apabila penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di otak dan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah maka dapat mengakibatkan terjadinya stroke.

Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah tak lepas dari gaya hidup modern dengan pola makan yang salah dan gizi tak seimbang. Mencegah kolesterol dan trigliserida tinggi yaitu dengan mengatur pola makan sehat dan seimbang, misalnya dengan mengkonsumsi sayuran dan buah segar yang banyak mengandung serat, jamur tiram, kacang kedelai dan hasil olahannya (tempe), sereal sebagai sumber serat, membatasi konsumsi makanan dan minuman yang manis, serta membatasi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti goreng-gorengan, produk makanan olahan, dan lain-lain.

Konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin, terutama vitamin C, E, dan betakaroten. Mengontrol dan mempertahankan berat badan, jangan sampai berkelebihan sebab orang dengan berat badan berlebih mempunyai resiko tinggi terkena penyakit jantung dan cenderung menaikkan kadar kolesterol. Umumnya orang dengan berat badan lebih memiliki kadar trigliserida darah yang tinggi karena trigliserida banyak di simpan di balik lipatan kulit. Lakukan olahraga secara teratur dan terukur sesuai kondisi tubuh.

Menurut majalah “Harvard Health Letter“, edisi bulan April 2008 berbagai kondisi dapat diatasi dengan pendekatan non-farmakologi atau tanpa obat, diantaranya :

Arthritis/Radang sendi. Mengurangi berat badan, akan mengurangi sakit akibat radang sendi. Kombinasikan kehilangan bobot dan tidak menaruh “beban” di sambungan-sambungan atau sendi-sendi dapat juga mengurangi rasa nyeri.

Kemunduran kognitif. Pelatihan memori dan melatih otak membantu memelihara kesehatan otak lansia tetap tajam/jelas. Latihan secara fisik bermanfaat bagi otak lebih dari sekedar olahraga senam mental.

Tekanan (depresi). Hasil-hasil penelitian sudah menunjukkan bahwa aktivitas secara fisik reguler/secara teratur dapat berpengaruh sebagai antidepressant yang kuat.

Kencing manis. Aktivitas fisik secara reguler dapat membatasi kadar gula dalam darah, karena otot yang dilatih menjadi lebih cepat menerima hormon insulin dan menarik gula dari dalam aliran darah. Mengkonsumsi gula lebih sedikit memudahkan mencerna karbohidrat-karbohidrat, akan membantu mengendalikan kadar gula dalam darah.

Tekanan darah tinggi. Mengurangi berat badan, memperbanyak latihan fisik/olah raga, dan mengkonsumsi lebih sedikit sodium/garam dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Betulkan, sehat itu murah ????. Apabila kita bisa mengelola jiwa dan raga kita, mengatur konsumsi makanan agar kita tetap sehat tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Silahkan coba buktikan !!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s