MARI MENCERMATI PEMBAGIAN WAKTU UNTUK IBADAH

Pada saat ini, setiap manusia di dunia ini sedang menempuh suatu perjalanan, dimana terdapat tiga tempat yang akan dan sedang dialami oleh manusia. Tempat pertama adalah ayunan, kemudian liang lahat dan akhirnya sorga atau neraka. Sedangkan rentang hidup manusia hanyalah sekedar suatu jarak tempuh dalam perjalanan tersebut. Setiap tahunnya adalah tempat pemberhentian, setiap bulannya adalah farsakh, setiap harinya adalah mil, dan setiap detiknya adalah langkah dalam perjalanan.

Amal ibadah dan taat adalah kekayaan dan waktu adalah sumberdaya untuk memperoleh kekayaan. Hawa nafsu dan keinginannya adalah para penghalang dan perampok dalam perjalanannya. Adapun keuntungan yang akan didapatkannya nanti adalah melihat dan berjumpa dengan Allah Ta’ala di negeri yang damai dan sejahtera. Sedangkan kerugiannya adalah jauh dari-Nya dan akan berada dilapisan terbawah dari Neraka Jahannam seraya terikat dengan rantai. Maka, orang yang lalai menggunakan waktu pada setiap helaan nafasnya akan menyesal pada Hari Kiamat dan berada disana dalam keadaan menyesal tanpa habisnya.

Hari Kiamat adalah bencana yang sangat dahsyat dan merupakan bahaya besar. Oleh karena itu, setiap waktu kita dianjurkan selalu mengingat Allah dan beribadah berdasarkan pembagian waktunya agar memperoleh kedekatan dengan Allah dan hidup di dalam kenyamanan didunia pada hari-hari yang selalu penuh bahaya dan rintangan ini. Pergerakan matahari dan bulan yang teratur bukan hanya untuk memberi pertolongan bagi urusan duniawi saja, tetapi juga untuk urusan ukhrawi.

Menurut Imam Al-Ghazali, secara garis besarnya di dunia ini kita mengalami dua perjalanan waktu, yaitu : waktu siang dan waktu malam. Allah Ta’ala memerintahkan manusia dimuka bumi ini hendaknya menggunakan waktu siang dan malam untuk berdzikir dan bersykur, sebagaimana firman-Nya :

“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami menghapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang agar kamu mencari kurnia Tuhanmu dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas” (QS al-Isra’ (17):12)

Secara lebih khusus, dijelaskan bahwa pada siang hari terdapat tujuh bagian waktu untuk  berdzikir kepada Allah dan beribadah, yaitu : 1) satu bagian, waktu terbit fajar hingga terbit matahari; 2) dua bagian, mulai terbit matahari hingga tengah hari atau waktu Zhuhur; 3) dua bagian, mulai dari matahari tergelincir sedikit hingga waktu petang atau Ashar; dan 4) dua bagian, mulai dari waktu petang hingga terbenam matahari (waktu Maghrib). Sedangkan pada malam hari terdapat lima bagian waktu, yaitu : 1) satu bagian, mulai dari terbenam matahari sampai waktu hendak tidur; dan 2) tiga bagian, mulai dari tengah malam hingga terbit fajar (waktu Shubuh).

Mengetahui dan mencermati saat-saat atau waktu yang tepat untuk berdzikir atau beribadah kepada Allah Ta’ala, berharap agar kita dapat menggunakan waktu tersebut  secara berimbang dan tidak hanya untuk mengejar kehidupan duniawi saja. Allah Swt berfirman :

“Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang. Dan sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari” (QS ad-Dahr (29): 25-26)

Selanjutnya Ibadah atau amalan apa yang dapat kita jalankan pada bagian waktu sepanjang siang dan malam hari ? Akan kita bahas pada artikel berikutnya. (Disarikan dari Kitab Ihya Ulumuddin, karya Imam Al-Ghazali).

8 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s