BUDIDAYA JAMUR MERANG

1. Syarat Tumbuhan

A. Iklim

Jamur merang memerlukan sinar matahari tetapi secara tidak langsung,
di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat
dibandingkan dengan kena sinar matahari langsung.

Kelembaban ruangan optimal 85-95 %, yang harus dipertahankan
dengan menyiram bagian lantai tanah dan kumbung baik di bagian luar atau dalam.

Suhu udara yang paling tepat untuk pertumbuhan miselia adalah 30-35 derajat C.

B. Ketinggian tempat

Jamur merang dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai menengah dengan ketinggian sekitar 50-500 m dpl.

2. Teknis Budidaya

a. Pembuatan media kompos jamur

Bahan-bahan media jamur yang harus disediakan untuk luas kumbung
4 x 7 m3, seperti dibawah ini :

– Jerami kering 1.200-1.500 kg
– Dedak 150-200 kg
– Kapur 20-40 kg
– Ampas aren/limbah tekstil (kapas)/limbah/ampas tebu 150-200 kg.
– Substrat tambahan
– Gula putih 2 kg
– Pupuk kotoran kuda 50 kg (tidak menjadi syarat utama)
– Air secukupnya
– Bibit 60-75 log

b. Cara pembuatan media atau pengomposan :

Media jamur merang dibuat untuk lapisan atas dan lapisan bawah yang dipermentasi secara terpisah.

Cara pembuatan media untuk lapisan atas :

Ampas aren/jerami/limbah kapas + kotoran pupuk kuda dicampur dengan kapur sebanyak 5 kg diaduk sampai rata. Kemudian disirami dengan air bersih.
Media yang sudah disiram ditutup rapat dengan plastik atau terpal dan diamkan selama 7-30 hari. Media yang sudah di permentasi dilakukan pembalikan dengan menambahkan dedak sebanyak 50-75 kg dan di aduk sampai merata. Kemudian disiram lagi dengan air sebanyak 20-30 liter.
Kemudian media ditutup kembali dan didiamkan selama tiga hari.

Pembuatan kompos untuk media lapisan bawah :

Jerami yang sudah kering dicelupkan ke dalam air selama sekitar 15-20 menit, kemudian diangkat dan ditumpuk setebal kurang lebih 5 cm, ditaburi kapur sampai tumpukan berikutnya. Media jerami yang sudah diberi kapur ditutup rapat dengan plastik hitam atau terpal dan didiamkan selama 7 hari. Tumpukan jerami yang sudah di permentasi selama 7 hari dibalik sambil ditaburi dedak secara merata ke seluruh bagian jerami sampai tumpukan-tumpukan berikutnya, kemudian ditutup kembali dan dibiarkan selama kurang lebih 3-4 hari.

d. Menyimpan media ke atas rak-rak :

Media jerami yang sudah di permentasi disimpan di atas rak-rak
setebal 40-50 cm.
Media atas yaitu media ampas aren/jerami atau limbah tekstil/kapas
yang sudah di permentasi ditaburkan di atas jerami dengan
ketebalan sekitar 3-5 cm.
Media yang sudah diletakan diatas rak disiram lagi dengan air bersih.

e. Sterilisasi media

Media yang sudah diletakan diatas rak-rak di sterilisasi dengan
penguapan selama 8-10 jam sampai suhu ruangan mencapai 70-80 derajat C.
Media dalam kumbung yang sudah di sterilisasi didiamkan/
didinginkan selama 1 hari.

f. Penaburan bibit jamur

Bibit di dalam log sebanyak 60-70 log dihaluskan/dicincang
kecil-kecil untuk memudahkan penaburan.
Bibit ditaburkan dibagian atas media dan dilapisan bawah
sampai rata. Bibit yang ditaburkan sudah berumur sekitar 10-12 hari.

g. Pemeliharaan

Setelah media ditaburi bibit, selanjutnya kumbung ditutup rapat
selama 3 hari.
Suhu dan kelembaban harus tetap terjaga (30 derajat C).
Tiga hari setelah inokulasi/penaburan bibit media disiram dengan
air dicampur gula putih secukupnya.
Kumbung ditutup kembali dan dilakukan pengontrolan suhu dan
kelembaban sampai mencapai umur 10 hari setelah inokulasi/
penaburan bibit.
Penyiraman berikutnya dilakukan per periode masa tumbuh
meselia jamur.

i. Jenis Hama dan penyakit

Hama yang umum menyerang jamur biasanya lalat atau nyamuk kecil juga tikus. Pencegahan bisa dengan cara mekanik dan bisa menggunakan obat nyamuk. Penyakit yang sering ditemukan biasanya dari jenis jamur oncom, dan jamur liar lainnya.

j. Panen dan pasca panen

Panen jamur merang dilakukan setelah 9-10 hari setelah inokulasi
dan panen berikutnya dilakukan tiap hari sampai umur 25-40 hari
habis masa panen.

– Cara panen

Pengambilan jamur bisa dilakukan 2 kali sehari antara jam 1 malam sampai jam 7 pagi dengan memetik jamur yang belum mekar dan sudah cukup untuk dipanen. Dalam pemetikan jamur harus hati-hati jangan sampai jamur yang masih kecil terbawa/terambil. Dilakukan penyortiran dengan memisahkan jamur yang sudah mekar dan yang belum serta membuang/membersihkan kotoran yang menempel pada jamur.
Keranjang untuk penyimpanan hasil panen jamur dilapisi daun pisang dan bagian atasnya ditutup daun pisang agar supaya jamur dapat tetap segar. Selamat mencoba

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s