MENGENDALIKAN HAMA ULAT BAWANG

Ulat bawang (Spodoptera exigua) sudah menyerang tanaman bawang merah sejak umur 1 minggu setelah tanam. Petani bawang merah biasanya mengendalikan hama tersebut dengan insektisida kimia atau perangkap lampu (light trap). Pengendalian dengan cara tersebut diatas dianggap kurang efisien karena memerlukan tenaga dan biaya yang cukup besar. Harga pestisida kimia cenderung meningkat terus disamping itu juga menimbulkan efek samping baik terhadap manusia, hewan dan pencemaran lingkungan. Penggunaan light trap, selain biayanya mahal juga dapat membahayakan manusia jika pemasangannya tidak rapi dan hati-hati. Salah satu teknologi pengendalian hama ulat bawang yang efisien, efektif dan ramah lingkungan adalah dengan penggunaan Feromon-Exi. Hasil pengujian pada beberapa lokasi di Jawa Barat menunjukkan hasil yang positif. Satu minggu setelah pemasangan perangkap berferomon exi, tangkapan serangga (ngengat) jantan dari hama ulat bawang rata-rata diatas 150 ekor atau maksimum 350 – 450 ekor. Biaya pengendalian dengan feromon-exi relatif murah, yaitu Rp 35.000,- per buah atau Rp 350.000,- per 2 dus (isi 10 buah) tanpa toples. Penggunaan feromon-exi sangat disarankan dan bahannya mudah diperoleh. Feromon exi sudah bisa diperoleh dan dipesan melalui email ke arsasaputra72@gmail.com, barang akan dikirim via TIKI atau JNE (sesuai kesepakatan). Pesanan diatas 2 dus dalam satu pengiriman diberikan korting harga sampai 10% (diluar biaya pengiriman). Pembayaran bisa ditransfer melalui Bank setelah paket diterima pemesan.Feromon-Exi

20 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s